HUT ke-62 Sulteng: Pengamanan Satpol PP Berjalan Tertib, Gubernur Serukan Pengabdian Nyata demi Kebahagiaan Rakyat
Kegiatan

HUT ke-62 Sulteng: Pengamanan Satpol PP Berjalan Tertib, Gubernur Serukan Pengabdian Nyata demi Kebahagiaan Rakyat

Administrator Sistem
14 April 2026
5 Views

PALU — Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi Sulawesi Tengah. Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-62 Provinsi Sulawesi Tengah yang digelar di halaman Kantor Gubernur, Senin (13/4/2026), berlangsung khidmat dan tertib. Di balik kelancaran prosesi tersebut, pengamanan terpadu oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) menjadi penopang utama, memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman dan kondusif.

Sejak pagi, suasana upacara terjaga dalam ritme yang tertib. Pasukan pembawa pataka dari Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi Sulawesi Tengah tampil rapi membawa lambang-lambang daerah dan bendera Merah Putih, sementara pasukan dari Satpol PP Sulteng mengambil bagian dalam pasukan upacara yang menunjukkan kedisiplinan setelah melalui tahapan latihan berjenjang.


Pengamanan dilakukan dengan pendekatan sektoral. Personel Satpol PP disebar di sejumlah titik strategis, mulai dari pintu masuk dan keluar di sisi utara dan selatan, hingga area belakang kantor gubernur yang terhubung dengan ruas Jalan Ahmad Yani. Pada titik utama kegiatan, yakni area podium serta zona VIP/VVIP, pengamanan dilakukan secara berlapis guna menjaga sterilisasi lokasi selama prosesi berlangsung.

Pengawasan di area lobi kantor gubernur dan sekitarnya turut memastikan aktivitas tamu undangan berjalan tertib. Arus kedatangan dan kepulangan peserta dapat diatur tanpa menimbulkan kepadatan berarti.

Satpol PP juga melaksanakan pengawalan melekat terhadap Gubernur dan Wakil Gubernur sepanjang rangkaian kegiatan, termasuk dalam agenda tambahan seperti karnaval budaya. Kelancaran ini mencerminkan koordinasi antar tim yang berjalan efektif, dengan seluruh personel menjalankan tugas sesuai pembagian peran tanpa gangguan signifikan di lapangan.

Di tengah suasana khidmat tersebut, Gubernur Sulawesi Tengah, H. Anwar Hafid, menyampaikan pidato reflektif yang menekankan makna pengabdian dan tanggung jawab kolektif dalam membangun daerah.

Dalam amanatnya, ia menggambarkan Sulawesi Tengah sebagai sosok “ibu” yang telah melahirkan dan membesarkan seluruh elemen masyarakat. Dari “rahim” daerah inilah, menurut dia, lahir para pemikir, akademisi, aparat negara, hingga para pemimpin di berbagai tingkatan.

“Ibu yang telah melahirkan para pemikir ulung, patriot-patriot bangsa seperti TNI, Polri, kejaksaan, serta para pemangku adat,” ujarnya.


Ia menuturkan, dengan jumlah penduduk sekitar 3,5 juta jiwa, seluruh masyarakat Sulawesi Tengah pada hakikatnya adalah anak-anak dari “ibu” yang sama. Karena itu, peringatan hari jadi daerah semestinya dimaknai sebagai momentum untuk memberikan pengabdian terbaik.

“Hari ini dia berulang tahun. Maka sebagai anak yang tahu diri, mari kita memberikan yang terbaik bagi ibu kita. Pengabdian seorang anak tidak boleh berbatas,” katanya.

Gubernur kemudian mengajak seluruh pemangku kepentingan baik di tingkat pusat maupun daerah, termasuk aparat TNI, Polri, kejaksaan, hingga pemerintah desa untuk mengubah cara pandang dalam bekerja. Ia mengingatkan bahwa pembangunan tidak akan mencapai kemajuan apabila masih terjebak pada kepentingan jangka pendek dan orientasi jabatan.

“Kalau gubernur, bupati, hingga anggota legislatif hanya berpikir tentang periode jabatan, maka daerah ini tidak akan pernah maju,” ujarnya.

Dalam pidatonya, ia juga menyinggung berbagai persoalan sosial yang masih dihadapi daerah. Ia menyebut masih terdapat ratusan ribu masyarakat yang hidup dalam kondisi belum sejahtera serta puluhan ribu rumah tidak layak huni yang tersebar di kabupaten dan kota.

“Ibu kita hari ini memanggil kita. Masih banyak anak-anaknya yang belum beruntung. Ini menjadi tanggungan kita bersama,” ucapnya.

Momentum HUT, menurut dia, harus menjadi titik balik untuk memperkuat kerja sama lintas sektor. Ia menekankan bahwa persoalan besar tidak dapat diselesaikan secara parsial, melainkan membutuhkan kolaborasi yang nyata dan berkelanjutan.

“Yang kita butuhkan bukan hanya bekerja, tetapi bekerja sama,” katanya menegaskan.

Lebih jauh, ia mengingatkan bahwa setiap individu yang memiliki kelebihan baik dalam bentuk kekuasaan, sumber daya, maupun pengaruh memiliki tanggung jawab moral untuk membantu sesama. Pesan “ibu” Sulawesi Tengah, kata dia, sederhana namun mendasar: menolong saudara yang membutuhkan.

“Ibu kita tidak meminta banyak. Ia hanya meminta kita menolong saudara-saudara kita yang masih hidup dalam keterbatasan,” ujarnya.

Menutup pidatonya, Gubernur berharap agar di usia ke-62 ini, Sulawesi Tengah mampu menjadi daerah yang menghadirkan kebahagiaan bagi seluruh masyarakatnya. Ia membayangkan “ibu” Sulawesi Tengah dapat tersenyum melihat kondisi anak-anaknya yang semakin sejahtera.

“Semoga di ulang tahun ke-62 ini, ibu kita tersenyum dan bahagia karena seluruh anak-anaknya merasakan kesejahteraan,” tuturnya.

Peringatan HUT ke-62 ini pada akhirnya tidak hanya menjadi panggung refleksi, tetapi juga menunjukkan kesiapan aparatur di lapangan. Sinergi antara pengamanan yang tertata dan pesan pengabdian yang disampaikan pemerintah menjadi gambaran komitmen bersama dalam membangun Sulawesi Tengah yang lebih sejahtera.


Bagikan Artikel: